Senin, 20 Agustus 2012

90cm

fotograf atolyesi


Aku tidak pernah diizinkan untuk mengumbar kata 'tidak' demi sebuah risalah yang telah terukir dalam kecemasan. Menerimanya, itu jauh lebih baik. Tapi bukanlah sebuah kemunafikkan bahwa perih itu tetap ada. Menangis juga sebuah pilihan, tapi tidak dengan sesal. Jangan salahkan nasi ataukah buburnya, karena ini bukanlah hal yang tepat untuk mencari-cari pembenaran ataukah siapa yang benar-benar tidak bersalah.

Senin, 18 Juni 2012

Aku Mencintaimu dalam Gelap

FOTOĞRAF ATÖLYESİ


aku mencintaimu dalam gelap. Seperti saat pagi tadi ibuku datang dari kampung, dan sesaat kemudian panci gosongku kembali mengkilap. Ini bukan mengenai hal durhaka kepada seorang ibu dan akhirnya masuk neraka karena tega membiarkan ibumu mencuci panci hitam pekat, hanya saja bukti tanda sayang seorang ibu kepada anaknya yang bodoh dan juga bengal karena tidak tahu bagaimana merawat perabotan dengan baik. Itulah sisi gelapnya. Bahwa Ibu tidak akan nyenyak sebelum tahu kau telah berselimutkan dan ditemani bantal guling empuk malam ini, meskipun ia hanya menggunakan secarik karpet anyaman dari pandan yang sudah bolong.

Sabtu, 09 Juni 2012

Jangan Lihat Padaku

fotograf atolyesi

Aku merindukan ikan basah yang semerbak di sana. Jangan lihat padaku dan melempar pandangan pertanyaan tentang itu seolah-olah kau tak mengertiku. Aku mencintainya, tidak lebih, tidak ada kata mengapa, ataukah haruskah. Hanya saja rindu, hanya saja mencintai ikan basah itu, tak lebih.

Kamis, 31 Mei 2012

Perempuan di Balik Jendela

sumber: fotograf atolyesi
       Coba terangkan padaku suatu waktu tentang perempuan di balik jendela.Ia menatap dari sana, termenung dengan wajah yang mengalami pembiasan. Aku tak tahu kalau ia tersenyum, ataukah menyeringai. Sepertinya sepi itu sesak diramu dengan debu polusi siang tadi. Ialah surga dengan penantiannya dalam mimpi yang dirajut untuk hari esok. Dan tangis layaknya air terjun menjawab pertanyaan tentang misteri masa depan: surga bukanlah hal yang patut untuk diharapkan, karena sesungguhnya Tuhan memilikinya hanya untukNya sendiri...

Minggu, 20 Mei 2012

Saat Kubilang, Tidak





Benci itu ada ketika kepala ini tak mau menerima kenyataan bahwa akan ada gelap disetiap cahaya terbit. Jangan lemparkan keheranan untuk matahari pagi ini, karena ia pun sepertinya tak mengerti. Ia datang, kemudian berlalu. Selalu saja begitu.

Untuk apa benci? Entahlah, karena seolah-olah Tuhan yang menciptakan tempo itu hanya memberikan jawaban klise, sehingga banyak yang menafsirkan bahwa damai itu harus terlahir dari sebuah sengketa, sebuah perang, dan teradukkan dalam perbedaan nyata.

Minggu, 29 April 2012

Teman (Sebuah Gunting)




Hujan kali ini tidak begitu dingin, cenderung pahit dengan rintiknya yang bisu. Dan kau bergeming dari tempatmu menatap langit yang juga diam, tak bergerak.

Aku tahu apa yang ada dalam pikiranmu. Tolong panggil aku pengecut jika ini bisa merubah keadaan. Dzalimi aku kalau perlu. Batinku. Namun kutahu kau bukan tipe orang yang seperti itu. Haqqul Yakin.

Kamis, 05 April 2012

AKU, PEREMPUAN

Dunia, tidak mengertiku tentang tujuan ke depan, dan juga dunia, atau waktu, atau diriku sendiri.
dulu, aku masih ingat persis ketika ia masih menjadi murid baru. Ia tersenyum malu-malu dan bersembunyi dibelakang kaki Ayahnya, merengek-rengek untuk minta pulang karena canggung. Tapi itu hanya sebentar, kami menerimanya dengan baik sehingga begitu cepat akrab dengannya.